Panduan Alat

Semua alat Jeruk AI, dijelaskan sampai paham

Satu halaman untuk mengerti 19 alat: apa fungsinya, masalah apa yang dipecahkan, apa yang perlu kamu siapkan, dan hasil seperti apa yang keluar. Tidak perlu latar belakang teknis.

19alat siap pakai
5terbuka untuk akun gratis
5berjalan bertahap (terpandu)
3alur kerja siap ditiru
Seluruh katalog, diurutkan menurut alur kerja.

Apa ini sebenarnya

PRD (Product Requirements Document) adalah dokumen yang menjelaskan produkmu secara utuh sebelum satu baris kode ditulis: masalah yang dipecahkan, siapa penggunanya, fitur apa saja yang masuk, apa yang sengaja TIDAK dikerjakan, dan ukuran suksesnya. Alat ini memandumu lewat pertanyaan bertahap, lalu menghasilkan dokumen 18 seksi yang rapi. Ada dua mode: buat PRD baru dari nol, atau tempel PRD lama untuk direvisi.

Seperti denah rumah sebelum tukang datang. Tanpa denah, tukang menebak — dan tebakan itu dibayar pakai bongkar-pasang.

Masalah yang dipecahkan

Proyek berantakan bukan karena kodenya jelek, tapi karena "kirain". Kirain fitur itu termasuk, kirain deadline-nya bulan depan, kirain yang dimaksud klien begitu. PRD mengunci semua "kirain" jadi kalimat tertulis yang bisa ditunjuk.

Cocok untuk

Founder / indie hacker yang membangun produk sendiriFreelancer yang harus menerjemahkan permintaan klien jadi spesifikasiProduct manager solo tanpa tim risetSiapa pun yang mau menyerahkan brief ke developer/agensi

Waktu yang tepat memakainya

Ide sudah matang, sebelum mulai membangun atau menyewa developerSebelum pitch ke investor atau calon partnerSaat tim berulang kali berdebat "sebenarnya ini harusnya gimana?"Saat produk lama mau ditambah modul besar

Yang kamu siapkan

  • Deskripsi produk minimal ±400 karakter (atau tempel PRD lama untuk mode revisi)
  • Jenis produk: software, produk fisik, layanan, atau kombinasi
  • Target pembaca dokumen & konteks solo/tim
  • Tahap produk (ide, MVP, live, scale-up) dan tone dokumen

Yang kamu dapat

  • Ringkasan eksekutif + rumusan masalah yang tajam
  • Persona pengguna dan user stories yang bisa diuji
  • Daftar fitur berprioritas + scope IN vs OUT yang eksplisit
  • Metrik sukses, asumsi, risiko, dan rencana rilis bertahap

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Aku mau bikin aplikasi absensi karyawan pakai selfie."

Yang keluar

PRD 18 seksi: 3 persona (HR, karyawan lapangan, owner), 24 user story, MVP dikunci ke 6 fitur, 11 hal dinyatakan OUT of scope, 4 metrik sukses, 9 risiko dengan mitigasi.

Batasnya: PRD tidak membahas cara teknis membangunnya (itu SDD Architect) dan tidak memecah pekerjaan jadi jadwal (itu WBS Architect).

Buka alat ini Terbuka untuk semua akun · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini bertanya balik sampai idemu benar-benar jelas, lalu menyusunnya jadi satu prompt final yang tidak ambigu — lengkap dengan peran, konteks, batasan, format output, dan kriteria kualitas. Prompt hasilnya bisa dipakai di Claude, ChatGPT, Gemini, atau AI lain. Topiknya bebas: tidak harus teknis.

Seperti menulis brief untuk freelancer hebat yang tidak bisa kamu telepon lagi setelah brief dikirim: semua yang perlu dia tahu harus ada di dalam brief itu.

Masalah yang dipecahkan

Hasil AI mengecewakan biasanya bukan karena modelnya bodoh, tapi karena instruksinya berlubang. Kamu tahu apa yang kamu mau, AI tidak — dan tidak bertanya.

Cocok untuk

Siapa pun yang sering pakai AI tapi hasilnya tidak konsistenKreator yang butuh prompt yang bisa dipakai berulangDeveloper yang membangun fitur berbasis AI dan butuh system prompt

Waktu yang tepat memakainya

Saat satu tugas akan diulang berkali-kali dan harus konsistenSaat hasil AI selalu meleset padahal sudah dicoba berkali-kaliSaat mau menyimpan prompt sebagai aset kerja jangka panjang

Yang kamu siapkan

  • Ide atau tujuan prompt — bebas topik, boleh masih kasar
  • Kedalaman: ringkas, standar, atau mendalam (dengan stress-test)
  • Target AI yang akan menjalankan prompt & tone output
  • Opsi menghasilkan 2 alternatif prompt untuk dibandingkan

Yang kamu dapat

  • Satu Prompt Final siap salin-tempel
  • Penjelasan bagian per bagian: kenapa bagian itu ada
  • Catatan celah/asumsi yang perlu kamu isi sendiri
  • Alternatif prompt kedua (opsional) untuk A/B

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Buatkan prompt untuk merangkum email klien."

Yang keluar

Prompt final berisi peran, format ringkasan 4 blok, aturan menangani email panjang/berantai, larangan mengarang komitmen, dan contoh output — plus varian kedua yang lebih ringkas.

Batasnya: Alat ini menghasilkan prompt, bukan mengeksekusi pekerjaannya. Untuk mengaudit prompt yang sudah ada, pakai Audit Mode.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Terbuka untuk semua akun · 4 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

SRS (Software Requirements Specification) menjawab pertanyaan "sistemnya harus berperilaku bagaimana?". Kalau PRD menulis "user perlu bisa reset password", SRS menulis "sistem HARUS mengirim email reset dalam 30 detik berisi token unik yang berlaku 60 menit dan hangus setelah sekali pakai". Setiap kalimat memakai modal verb SHALL/SHOULD/MAY sehingga tidak bisa ditafsir dua arah.

PRD adalah janji ke penghuni rumah; SRS adalah spesifikasi teknis yang ditandatangani: tebal beton, beban maksimum, toleransi ukuran.

Masalah yang dipecahkan

Requirement yang ambigu adalah sumber revisi tak berujung. "Harus cepat" tidak bisa dites; "respons API p95 ≤ 500 ms" bisa. SRS memaksa setiap kebutuhan punya angka dan kondisi gagal.

Cocok untuk

Developer yang menerima brief dari klien non-teknisTim QA yang butuh dasar test caseFreelancer yang ingin melindungi diri dari scope creep

Waktu yang tepat memakainya

Setelah PRD selesai, sebelum desain teknis dimulaiSaat sistem akan dikerjakan lebih dari satu orangSaat butuh dokumen yang bisa dijadikan acuan penerimaan pekerjaan

Yang kamu siapkan

  • PRD yang sudah ada, atau deskripsi sistem langsung (mode standalone)
  • Target skala pengguna dan tingkat sensitivitas data
  • Fokus NFR: performa, keamanan, keandalan, atau skalabilitas
  • Ketegasan modal verb + opsi traceability matrix (+1 PULP)

Yang kamu dapat

  • Use case lengkap dengan alternative flow dan exception flow
  • Functional requirement bernomor (SHALL/SHOULD/MAY)
  • Non-functional requirement dengan angka konkret
  • Interface, data requirement, constraint sistem, + traceability matrix

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Loginnya harus aman dan tidak bisa di-brute force."

Yang keluar

SRS-AUTH-014: sistem SHALL mengunci akun 15 menit setelah 5 percobaan gagal berturut-turut dalam 10 menit dan SHALL mengirim email pemberitahuan — lengkap dengan alternative flow saat email gagal terkirim.

Batasnya: SRS tidak memilih teknologi atau menggambar arsitektur — itu tugas SDD Architect.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

SDD (System Design Document) menjawab "bagaimana sistem ini dibangun?". Isinya pola arsitektur yang dipilih beserta alasannya (ADR), diagram komponen, model data/ERD, kontrak API endpoint per endpoint, sequence diagram alur penting, sampai desain keamanan per layer. Setiap keputusan teknis dicatat lengkap dengan trade-off-nya, jadi enam bulan lagi kamu masih ingat kenapa memilih jalan itu.

Ini gambar kerja struktur dan instalasi: di mana pipa, di mana kabel, kenapa tiangnya di situ dan bukan di sana.

Masalah yang dipecahkan

Keputusan arsitektur yang tidak dicatat akan diulang-perdebatkan tiap kali ada masalah, dan biasanya diganti oleh orang yang tidak tahu alasan aslinya. SDD membuat keputusan itu punya jejak.

Cocok untuk

Solo developer yang membangun sistem non-sepeleTech lead yang harus meng-onboard developer baruTim yang menyerahkan sistem ke pihak lain (handover)

Waktu yang tepat memakainya

Setelah PRD/SRS, tepat sebelum mulai ngodingSaat mau refactor besar atau ganti stackSaat sistem existing tidak punya dokumentasi sama sekali

Yang kamu siapkan

  • PRD + SRS (paling akurat), PRD saja, atau deskripsi sistem langsung
  • Preferensi stack — atau minta direkomendasikan berdasar kebutuhan
  • Target deployment, skala pengguna, dan target availability
  • Opsi desain keamanan per layer + sequence diagram (+1 PULP)

Yang kamu dapat

  • Diagram arsitektur + daftar keputusan teknis (ADR) beserta trade-off
  • ERD dan skema tabel lengkap dengan relasi & indeks
  • Kontrak API: path, method, request/response, kode error
  • Sequence diagram alur kritis + desain keamanan & deployment topology

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Backend-nya pakai apa ya? Yang penting bisa handle 10 ribu user."

Yang keluar

SDD dengan 3 opsi arsitektur dibandingkan, satu dipilih beserta alasan dan biayanya, ERD 12 tabel, 28 endpoint berkontrak, dan 4 sequence diagram untuk alur pembayaran.

Batasnya: SDD bukan kode jadi dan bukan jadwal proyek. Untuk mengubahnya jadi task harian, lanjut ke WBS Architect.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini mendokumentasikan pengalaman pengguna secara presisi: perjalanan user dari awal sampai tujuan, sitemap, lalu spesifikasi layar per layar. Setiap layar dijelaskan dalam lima kondisi yang biasanya dilupakan — normal, kosong (belum ada data), loading, error, dan sukses — plus daftar komponen, aturan interaksi, dan kebutuhan aksesibilitas.

Seperti storyboard film sekaligus daftar properti tiap adegan: kamu tahu apa yang muncul di layar, kapan, dan apa yang terjadi kalau penontonnya salah pencet.

Masalah yang dipecahkan

Desain biasanya cuma menggambar happy path. Ketika data kosong, koneksi putus, atau user menekan tombol dua kali, developer menebak sendiri — dan hasilnya tidak konsisten di setiap layar.

Cocok untuk

Developer yang mengerjakan front-end tanpa desainerDesainer yang harus menyerahkan spesifikasi ke tim devFounder yang ingin memastikan alur produknya masuk akal

Waktu yang tepat memakainya

Setelah PRD/SRS/SDD, sebelum membuat UISaat conversion rate rendah dan alurnya dicurigai bermasalahSaat mendesain ulang bagian besar aplikasi

Yang kamu siapkan

  • PRD/SRS/SDD (paling lengkap) atau deskripsi produk & tujuan user
  • Platform target: web, mobile, tablet, atau desktop
  • Tingkat detail spesifikasi layar yang diinginkan

Yang kamu dapat

  • User journey map + drop-off point dan jalur pemulihannya
  • Sitemap dan navigasi antar layar
  • Spesifikasi tiap layar dengan 5 state (normal, empty, loading, error, sukses)
  • Component library, aturan interaksi, dan checklist aksesibilitas

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Halaman riwayat transaksi, tampil list saja."

Yang keluar

Spesifikasi 1 layar × 5 state: empty state dengan CTA pertama, skeleton loading, error dengan tombol coba lagi, state terfilter, dan aturan paginasi + fokus keyboard.

Batasnya: Alat ini menulis spesifikasi, bukan file desain jadi. Untuk visualnya, lanjutkan ke Design Prompt.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

WBS (Work Breakdown Structure) mengubah tumpukan dokumen jadi daftar pekerjaan atomic: tidak ada satu task pun yang lebih dari satu hari kerja. Setiap task punya Definition of Done, estimasi jujur dengan buffer eksplisit 20–30%, dan dependensi yang ditulis terang — task mana harus selesai sebelum task lain boleh mulai.

Seperti mengubah "renovasi dapur" jadi 40 kartu kerja: bongkar keramik, pasang instalasi air, cor meja — masing-masing bisa dicoret dalam sehari.

Masalah yang dipecahkan

Task sebesar "bikin fitur pembayaran" tidak pernah selesai — dia hanya "lagi dikerjakan" selama tiga minggu. Task yang tidak bisa selesai dalam sehari juga tidak bisa diestimasi dengan jujur.

Cocok untuk

Solo developer yang butuh urutan kerja yang tidak bikin bingungFreelancer yang harus menjanjikan timeline ke klienTim kecil yang membagi pekerjaan antar orang

Waktu yang tepat memakainya

Setelah dokumen (PRD/SRS/SDD/UIX) siap dan siap dieksekusiSaat harus membuat estimasi harga/waktu yang bisa dipertanggungjawabkanSaat proyek terasa "besar sekali" dan tidak tahu mulai dari mana

Yang kamu siapkan

  • Dokumen atau scope yang akan dipecah (bisa impor hasil tool lain)
  • Level detail: A (WBS dasar), B (+estimasi, dependensi, critical path), C (+assignee & sprint)
  • Satuan estimasi dan konteks tim (solo, 2–5 orang, 6+)

Yang kamu dapat

  • Hierarki task bernomor dengan Definition of Done per task
  • Estimasi + buffer eksplisit, bukan angka optimis yang disembunyikan
  • Peta dependensi & critical path — urutan kerja yang tidak menabrak
  • Pemetaan sprint dan pembagian assignee (level C)

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Bikin sistem booking, kira-kira 2 bulan."

Yang keluar

163 task ≤1 hari, dikelompokkan dalam 9 sprint, dengan 21 dependensi tercatat dan critical path 34 hari kerja + buffer 25%.

Batasnya: WBS tidak menentukan apa yang harus dibangun — dia hanya memecah apa yang sudah diputuskan.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 4 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

App Edition menemani ide aplikasi dari brainstorming sampai siap dibangun. Fase awal menghasilkan rangkaian prompt terpersonalisasi + kerangka produk; fase berikutnya menghasilkan blueprint teknis: rekomendasi stack beserta alasannya, arsitektur, model data, permukaan API, dan rencana deploy/CI-CD. Cocok kalau kamu belum punya PRD dan ingin satu alur utuh dari ide ke rencana eksekusi.

Seperti arsitek yang ikut menemani sampai kontraktor mulai kerja, bukan cuma menyerahkan gambar lalu pergi.

Masalah yang dipecahkan

Kebanyakan orang tersendat di antara "punya ide" dan "mulai ngoding": bingung pilih stack, bingung urutan, bingung apa yang MVP dan apa yang bisa ditunda.

Cocok untuk

Indie builder yang membangun aplikasi pertamanyaNon-developer yang ingin memahami apa yang sebenarnya akan dibangunDeveloper yang ingin second opinion soal pilihan arsitektur

Waktu yang tepat memakainya

Punya ide aplikasi tapi belum punya dokumen apa punBingung memilih stack dan butuh alasan, bukan sekadar trenIngin memperkirakan cakupan MVP sebelum berkomitmen waktu/biaya

Yang kamu siapkan

  • Deskripsi aplikasi yang ingin dibangun
  • Platform target, dibangun sendiri atau tim, dan target waktu MVP
  • Model monetisasi, preferensi stack (atau minta rekomendasi), skala awal
  • Opsi menyertakan rencana deploy & CI/CD

Yang kamu dapat

  • Rekomendasi tech stack + alasan dan konsekuensinya
  • Arsitektur sistem, model data, dan permukaan API
  • Batas MVP: apa yang dibangun sekarang vs ditunda
  • Rencana development bertahap sampai deploy & CI/CD

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Mau bikin marketplace jasa lokal, mulai dari mana?"

Yang keluar

Blueprint: stack terpilih beserta 2 alternatif yang ditolak dan alasannya, 14 entitas data, 31 endpoint, MVP dipotong jadi 3 alur inti, rencana rilis 6 tahap.

Batasnya: Bukan pengganti PRD formal untuk tim besar — kalau butuh dokumen resmi per disiplin, pakai jalur PRD → SRS → SDD.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Pre-mortem adalah kebalikan post-mortem: alih-alih membedah kegagalan yang sudah terjadi, alat ini berasumsi sistemmu gagal enam bulan lagi, lalu mencari semua sebab yang masuk akal. Analisis mencakup enam domain: arsitektur, keamanan, performa, UX, logika bisnis, dan operasional. Input-nya bisa berupa rancangan (blueprint) maupun kode yang sudah ditulis.

Seperti mengundang tiga orang paling pesimis yang kamu kenal — hacker, user yang frustrasi, dan server di jam sibuk — untuk membaca rancanganmu.

Masalah yang dipecahkan

Bug yang paling mahal bukan yang ditemukan saat testing, tapi yang ditemukan pengguna di produksi. Risiko yang tidak dinamai tidak akan pernah dimitigasi.

Cocok untuk

Solo developer tanpa rekan untuk code reviewFounder sebelum rilis publik pertamaSiapa pun yang memegang data pengguna atau uang

Waktu yang tepat memakainya

Setelah desain selesai, sebelum implementasi dimulaiSebelum rilis ke publik atau demo ke klien besarSetelah menambahkan fitur sensitif (pembayaran, autentikasi, data pribadi)

Yang kamu siapkan

  • Blueprint sistem atau potongan kode yang mau dianalisis
  • Konteks proyek: komersial, internal, atau portfolio
  • Domain analisis yang ingin difokuskan + target skala pengguna
  • Opsi deep dive untuk 10 risiko teratas

Yang kamu dapat

  • Daftar risiko berperingkat: dampak × kemungkinan
  • Skenario kegagalan konkret, bukan peringatan umum
  • Mitigasi spesifik per risiko, dengan urutan prioritas
  • Catatan blind spot: hal yang belum bisa dinilai tanpa data tambahan

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Sistem top-up saldo, pakai webhook dari payment gateway."

Yang keluar

17 risiko: webhook ganda menambah saldo dua kali, race condition saat dua tab checkout bersamaan, refund tanpa jejak ledger — masing-masing dengan langkah mitigasi konkret.

Batasnya: Ini analisis risiko, bukan penetration testing atau audit keamanan bersertifikat.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Terbuka untuk semua akun · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Audit Mode memeriksa satu prompt atau serangkaian prompt yang sudah kamu punya, lalu menghasilkan laporan audit terstruktur: bagian mana yang ambigu, mana yang saling bertentangan, mana yang bisa membuat AI keluar jalur. Setiap temuan disertai bukti spesifik — bukan penilaian kosong. Bagian yang sudah bagus dibiarkan; hanya yang bermasalah yang diperbaiki.

Seperti editor naskah yang menandai kalimat bermasalah dengan alasan, bukan menulis ulang seluruh bukumu.

Masalah yang dipecahkan

Prompt panjang cenderung "hampir benar" — hasilnya bagus 8 dari 10 kali, dan tidak ada yang tahu kenapa 2 kali sisanya gagal. Audit menemukan sumbernya.

Cocok untuk

Pemilik prompt yang hasilnya kadang bagus kadang anehDeveloper yang memakai system prompt di produkTim yang mewarisi prompt buatan orang lain

Waktu yang tepat memakainya

Saat output AI tidak konsisten padahal input miripSebelum memakai prompt di produk yang dipakai pengguna nyataSaat prompt sudah tumbuh panjang dan mulai saling bertabrakan

Yang kamu siapkan

  • Prompt yang mau diaudit (satu atau serangkaian)
  • Tujuan utama prompt dalam satu kalimat
  • Kedalaman audit + opsi menyertakan versi yang sudah diperbaiki

Yang kamu dapat

  • Laporan temuan berperingkat dengan kutipan bagian yang bermasalah
  • Alasan tiap temuan: bagaimana AI bisa salah menafsirkan
  • Perbaikan bedah — hanya bagian yang rusak yang diganti
  • Versi prompt final yang sudah diperbaiki (opsional)

Contoh nyata

Yang kamu tulis

Prompt 900 kata yang kadang menjawab dalam Bahasa Inggris padahal diminta Indonesia.

Yang keluar

Laporan: 6 temuan, penyebab utama instruksi bahasa muncul dua kali dengan bunyi berbeda di baris 4 dan 61 — plus versi perbaikan yang menyatukannya jadi satu aturan.

Batasnya: Audit Mode menilai prompt, bukan kode program dan bukan kualitas model AI-nya.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Terbuka untuk semua akun · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini mengubah bayangan visual di kepalamu jadi prompt yang detail: subjek, komposisi, pencahayaan, palet warna, gaya, lensa, dan mood. Hasilnya ditulis ulang mengikuti gaya masing-masing platform — Midjourney, Stable Diffusion/SDXL, DALL·E, Flux — karena sintaks dan parameternya berbeda. Prompt yang sama juga bisa dipakai sebagai brief untuk desainer manusia.

Seperti menjelaskan foto yang kamu bayangkan ke fotografer lewat telepon: makin spesifik cahayanya, makin dekat hasilnya.

Masalah yang dipecahkan

Prompt gambar yang pendek menghasilkan gambar generik. Yang membedakan hasil amatir dan profesional bukan modelnya, tapi kekayaan deskripsi visualnya.

Cocok untuk

Kreator konten yang butuh visual konsisten tiap mingguFounder yang membuat aset pemasaran tanpa desainerDesainer yang memakai AI sebagai alat eksplorasi awal

Waktu yang tepat memakainya

Butuh ilustrasi, mockup, thumbnail, atau aset sosial mediaHasil generate selalu "hampir tapi tidak persis"Ingin satu gaya visual yang bisa diulang di banyak konten

Yang kamu siapkan

  • Subjek & vibe yang dibayangkan
  • Platform target (boleh lebih dari satu)
  • Gaya visual utama dan aspect ratio
  • Opsi menghasilkan 3 varian prompt

Yang kamu dapat

  • Prompt siap tempel per platform, sesuai sintaks masing-masing
  • Negative prompt / hal yang perlu dihindari
  • Penjelasan tiap elemen visual yang dipilih
  • Varian alternatif untuk eksplorasi arah berbeda

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Gambar orang kerja di kafe, buat konten Instagram."

Yang keluar

Prompt 70+ kata: sudut kamera 35 mm, cahaya jendela sore dari kiri, palet hangat terakota, depth of field dangkal, mood tenang — ditulis dalam 3 sintaks platform + negative prompt.

Batasnya: Alat ini menulis prompt, tidak menghasilkan gambarnya. Gambar tetap kamu generate di platform pilihanmu.

Buka alat ini Terbuka untuk semua akun · 3 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Video bukan gambar yang bergerak — ada ritme, durasi, audio, dan alur cerita. Alat ini menyusun konsep videomu jadi prompt teknis untuk generator video AI (Veo, Kling, Runway, dan sejenisnya), lengkap dengan pecahan adegan per detik, arahan kamera (pan, dolly, close-up), catatan audio/narasi, serta storyboard sederhana. Membedakan mode text-to-video dan image-to-video.

Seperti menyerahkan shot list ke kru syuting: tiap adegan tahu berapa detik, kamera bergerak ke mana, dan apa yang terdengar.

Masalah yang dipecahkan

Prompt video satu kalimat menghasilkan klip acak yang tidak nyambung satu sama lain. Tanpa pecahan adegan, tidak ada cerita — cuma potongan.

Cocok untuk

Kreator short-form (Reels, TikTok, Shorts)Pemilik brand yang membuat iklan pendek sendiriMarketer yang butuh video produk cepat

Waktu yang tepat memakainya

Membuat iklan, teaser, atau video penjelas berdurasi pendekButuh visual bergerak tanpa kru syutingIngin storyboard sebelum membayar produksi sungguhan

Yang kamu siapkan

  • Konsep video dan tipe video yang diinginkan
  • Durasi, mode produksi (T2V/I2V), dan platform target
  • Arahan kamera & kebutuhan dialog/narasi
  • Opsi menambahkan storyboard

Yang kamu dapat

  • Prompt teknis per adegan, siap tempel ke generator
  • Scene breakdown berbasis waktu (detik 0, 3, 8, …)
  • Arahan kamera, transisi, dan catatan audio
  • Script/narasi + storyboard sederhana

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Video 15 detik promosi kopi kemasan."

Yang keluar

5 adegan bertimestamp, tiap adegan punya prompt sendiri + gerak kamera, hook 3 detik pertama, narasi 32 kata, dan catatan transisi antar-klip.

Batasnya: Tidak melakukan rendering, editing, atau menyediakan musik — outputnya instruksi produksi.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 3 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini membangun strategi pemasaran dari fondasi: siapa audiensnya dan apa yang benar-benar mereka pedulikan, bagaimana kamu diposisikan berbeda dari kompetitor, channel mana yang layak dan mana yang buang waktu, tone of voice, jalur konversi, kerangka anggaran, dan waktu eksekusi. Hasil akhirnya termasuk Brand Brief yang bisa langsung dipakai oleh Content Creator.

Seperti peta sebelum jalan-jalan. Konten adalah langkah kaki; strategi menentukan ke arah mana kaki itu melangkah.

Masalah yang dipecahkan

Posting tiap hari tanpa strategi menghasilkan kelelahan, bukan pelanggan. Yang salah biasanya bukan kontennya, tapi audiens/channel/pesan yang tidak nyambung.

Cocok untuk

Solopreneur & pemilik bisnis kecil tanpa tim marketingKreator yang membangun personal brandFreelancer yang ingin dapat klien lewat konten

Waktu yang tepat memakainya

Sebelum meluncurkan produk atau layanan baruSaat sudah rutin posting tapi tidak ada hasil yang terukurSaat mau menaikkan anggaran iklan dan butuh arah yang jelas

Yang kamu siapkan

  • Brand & audiens: apa yang dijual, ke siapa, apa bedanya
  • Baseline saat ini (follower, traffic, penjualan — apa adanya)
  • Goal utama, channel yang dipertimbangkan, dan budget bulanan
  • Tone brand + opsi fokus konteks pasar Indonesia

Yang kamu dapat

  • Positioning statement dan analisis audiens berlapis
  • Analisis kompetitor + celah yang bisa kamu ambil
  • Strategi per channel, tone of voice, dan conversion path
  • Rencana aksi 30 hari + Brand Brief untuk dipakai alat konten

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Jasa desain interior, sudah 4 bulan posting tapi sepi."

Yang keluar

Strategi: audiens dipersempit ke pemilik rumah pertama usia 28–35, 2 channel dipilih 3 lainnya dibuang, 5 pilar konten, funnel 4 tahap, dan kalender aksi 30 hari.

Batasnya: Alat ini tidak menulis konten harianmu — untuk itu lanjutkan ke Content Creator dengan Brand Brief hasilnya.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 4 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini menghasilkan sekumpulan konten yang benar-benar siap posting: hook pembuka, isi, dan CTA — ditulis mengikuti format spesifik platform (caption Instagram, script 30 detik TikTok, post panjang LinkedIn, thread X, atau outline YouTube). Bisa berjalan dari Brand Brief hasil Marketing Strategist agar tetap on-brand, atau mandiri. Ada mode kalibrasi: tempel data performa batch sebelumnya agar batch berikutnya belajar dari hasil nyata.

Seperti punya copywriter yang hafal kebiasaan tiap platform dan tidak pernah kehabisan sudut pandang.

Masalah yang dipecahkan

Menulis konten sendiri memakan waktu paling besar dan paling cepat membuat menyerah. Dan konten yang sama disalin ke semua platform hampir selalu gagal di tiga dari empat platform.

Cocok untuk

Kreator & pemilik brand yang posting rutinFreelancer yang mengelola sosial media klienTim kecil yang butuh stok konten mingguan

Waktu yang tepat memakainya

Menyiapkan konten seminggu/sebulan sekaligusSaat kehabisan ide atau stuck di hook pembukaSaat ingin menguji dua versi konten (A/B) sebelum posting

Yang kamu siapkan

  • Brand Brief dari Marketing Strategist, topik langsung, atau data performa batch sebelumnya
  • Platform, jumlah konten per sesi, dan panjang
  • Tone (pilih 1–2) + penanda konten high-stakes (launch/seasonal)
  • Opsi menghasilkan 2 varian A/B

Yang kamu dapat

  • Konten siap posting lengkap dengan hook, isi, dan CTA
  • Dua varian A/B untuk diuji
  • Catatan format spesifik platform (durasi, hashtag, thumbnail)
  • Alasan di balik tiap hook — supaya bisa kamu tiru sendiri nanti

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Butuh 8 konten Instagram bulan ini untuk toko kopi."

Yang keluar

8 caption + hook alternatif, 3 di antaranya punya varian A/B, masing-masing dengan sudut berbeda (edukasi, cerita barista, di balik layar) dan CTA yang tidak sama.

Batasnya: Bukan alat penjadwal posting dan tidak menganalisis akunmu secara langsung — data performa harus kamu tempel sendiri.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 3 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini menyusun proposal/penawaran yang persuasif tapi jujur. Ia memaksa proposal dimulai dari rumusan masalah klien, lalu membangun 2–4 win theme yang HARUS didukung bukti dari datamu sendiri. Scope ditulis dua sisi — "termasuk" dan "tidak termasuk" sama jelasnya — dan harga, scope, serta timeline dicek agar konsisten. Klaim yang tidak punya bukti otomatis diturunkan jadi komitmen, bukan keunggulan.

Seperti pengacara yang menolak memasukkan bukti karangan ke berkas: yang tersisa lebih sedikit, tapi tidak bisa dijatuhkan.

Masalah yang dipecahkan

Kebanyakan proposal kalah bukan karena harga, tapi karena terasa seperti brosur vendor. Dan scope yang ambigu membuat proyek yang dimenangkan justru merugi.

Cocok untuk

Freelancer & agensi kecil yang mengirim penawaran ke klienKonsultan yang ikut tender atau pengadaanSiapa pun yang sering ditawar habis-habisan karena nilainya tidak terbaca

Waktu yang tepat memakainya

Setelah discovery call, saat harus mengirim penawaran resmiSaat proposal sebelumnya ditolak dan kamu tidak tahu kenapaSaat harus merevisi proposal setelah feedback klien (mode revisi)

Yang kamu siapkan

  • Konteks klien & penawaranmu — makin faktual makin kuat
  • Jenis penawaran dan siapa pengambil keputusannya
  • Struktur harga dari kamu (alat ini tidak mengarang harga)
  • Opsi menyertakan analisis ROI untuk klien

Yang kamu dapat

  • Client Problem Frame — masalah klien dalam bahasa klien
  • Win themes beserta bukti pendukungnya
  • Scope "termasuk" & "tidak termasuk", timeline, dan penyajian harga
  • Next steps, masa berlaku penawaran, dan penanda asumsi yang belum terkonfirmasi

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Klien minta penawaran website company profile, budget belum jelas."

Yang keluar

Proposal 9 seksi: masalah klien dirumuskan ulang, 3 win theme (2 berbukti, 1 diturunkan jadi komitmen), 3 paket harga bertingkat, 14 item dinyatakan tidak termasuk, masa berlaku 21 hari.

Batasnya: Proposal ini bukan dokumen kerja yang mengikat. Setelah disetujui, lanjut ke Invoice & SOW Architect.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

SOW (Scope of Work) adalah dokumen kerja yang menjawab "apa persisnya yang dikerjakan dan kapan disebut selesai". Alat ini mengubah proposal yang disetujui — atau bahkan kesepakatan lewat chat — jadi SOW dengan acceptance criteria per deliverable, prosedur perubahan scope, dan termin pembayaran. Mode invoice menghitung ulang setiap angka secara eksplisit, termasuk status pajak, alih-alih mengasumsikan totalnya sudah benar.

Proposal adalah lamaran; SOW adalah perjanjian kerja yang menyebut jam kerja, tugas, dan syarat lulus percobaan.

Masalah yang dipecahkan

Sengketa proyek hampir tidak pernah lahir saat deal — lahirnya dari kata "selesai" yang tiap pihak artikan berbeda, dan dari permintaan tambahan yang tidak punya prosedur.

Cocok untuk

Freelancer yang sering kena tambahan revisi tanpa bayaranAgensi kecil yang menagih bertahapSiapa pun yang pernah bilang "kirain itu sudah termasuk"

Waktu yang tepat memakainya

Setelah penawaran disetujui, sebelum pekerjaan dimulaiSaat menagih termin dan butuh invoice yang rapi & akuratSaat klien mulai meminta tambahan di luar kesepakatan

Yang kamu siapkan

  • Sumber kesepakatan (proposal, chat, notulen) & para pihak
  • Jenis pekerjaan dan struktur pembayaran yang disepakati
  • Status pajak yang berlaku untukmu
  • Opsi klausa penalti keterlambatan + proteksi pembayaran

Yang kamu dapat

  • SOW dengan deliverable + acceptance criteria yang bisa diverifikasi
  • Prosedur change request — permintaan tambahan punya jalur resmi
  • Invoice dengan perhitungan yang ditampilkan langkah demi langkah
  • Termin pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan asumsi yang ditandai

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Deal 15 juta, 3 kali bayar, revisi katanya sampai puas."

Yang keluar

SOW: 7 deliverable dengan kriteria penerimaan, revisi dibatasi 2 putaran per deliverable + tarif putaran ekstra, 3 termin dengan syarat pemicu, dan invoice termin 1 yang totalnya dihitung ulang.

Batasnya: Bukan nasihat perpajakan. Angka pajak mengikuti status yang kamu isi dan tetap perlu kamu verifikasi.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 4 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini menyusun draf perjanjian yang elemennya lengkap: para pihak, objek perjanjian, hak & kewajiban, jangka waktu, pembayaran, kerahasiaan, kepemilikan hasil kerja, pengakhiran, sampai penyelesaian sengketa. Ia sengaja TIDAK mengarang dasar hukum: pasal atau peraturan yang tidak bisa diverifikasi tidak akan ditulis. Ada opsi penjelasan awam per pasal, supaya kamu paham apa yang kamu tanda tangani.

Seperti menyiapkan berkas serapi mungkin sebelum masuk ruang notaris — bukan menggantikan notarisnya.

Masalah yang dipecahkan

Kontrak template yang diunduh sembarangan memberi rasa aman palsu: elemen esensialnya bolong, dan klausul yang berat sebelah membuat pihak lawan menolak tanda tangan.

Cocok untuk

Freelancer yang bekerja tanpa kontrak tertulisUMKM yang menjalin kerja sama dengan partnerSiapa pun yang perlu NDA sebelum membuka informasi

Waktu yang tepat memakainya

Sebelum memulai kerja sama atau proyek bernilai besarSaat perlu menuangkan kesepakatan lisan jadi tulisanSaat menerima draf dari pihak lawan dan ingin memahaminya (mode revisi)

Yang kamu siapkan

  • Jenis dokumen & tingkat keterikatan yang diinginkan
  • Jenis hubungan, para pihak, dan dokumen sumber (proposal/SOW)
  • Risiko yang paling ingin kamu lindungi
  • Opsi penjelasan awam tiap pasal + checklist review

Yang kamu dapat

  • Draf perjanjian berpasal dengan elemen esensial lengkap
  • Penjelasan bahasa awam tiap pasal (opsional)
  • Penanda klausul yang berat sebelah atau berisiko ditolak
  • Checklist yang harus ditanyakan ke penasihat hukum

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Mau kerja sama bagi hasil sama teman, belum ada hitam di atas putih."

Yang keluar

Draf MoU 11 pasal: pembagian hasil, kontribusi tiap pihak, kepemilikan aset, jalan keluar jika salah satu mundur, dan 6 poin yang ditandai untuk dikonsultasikan.

Batasnya: Bukan nasihat hukum dan bukan pengganti pengacara/notaris — hasilnya adalah draf untuk direview profesional.

Paling kuat dipasangkan dengan

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini membangun harga dari tiga arah sekaligus: menutup biaya (cost floor yang dihitung dari biaya dan kapasitas kerjamu yang sebenarnya), masuk akal di pasar, dan mencerminkan nilai yang kamu berikan. Hasilnya dikunci jadi rate card berikut kebijakan diskon — jadi saat ditawar, kamu punya batas yang sudah dipikirkan, bukan refleks panik. Ada mode khusus untuk mengevaluasi harga yang sudah berjalan.

Seperti mengetahui biaya bahan dan jam dapur sebelum menulis harga di menu — bukan menebak dari harga warung sebelah.

Masalah yang dipecahkan

Harga per proyek yang kelihatan bagus tetap bisa membuat rugi kalau kapasitas setahun tidak ikut dihitung. Dan diskon yang diberikan tanpa pagar akan jadi harga baru yang permanen.

Cocok untuk

Freelancer yang bingung menetapkan tarifPemilik jasa yang tarifnya tidak pernah naik bertahun-tahunSiapa pun yang sibuk terus tapi uangnya tidak terasa

Waktu yang tepat memakainya

Sebelum mengirim proposal atau menyebut angka ke klienSaat mau menaikkan harga dan butuh dasar yang bisa dijelaskanSaat sering ditawar dan tidak punya batas bawah yang jelas

Yang kamu siapkan

  • Apa yang mau dihargai dan situasimu sekarang
  • Biaya & kapasitas — fondasi cost floor (wajib jujur)
  • Data pasar yang benar-benar kamu punya (opsional, tidak dikarang)
  • Pasar target, segmen klien, + opsi skrip negosiasi

Yang kamu dapat

  • Cost floor yang dihitung transparan — batas bawah yang tidak boleh ditembus
  • Struktur harga bertingkat + logika di balik tiap tingkat
  • Rate card siap pakai di proposal
  • Kebijakan diskon berpagar + skrip menghadapi tawar-menawar

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Selama ini saya pasang 3 juta per website, ikut harga teman."

Yang keluar

Cost floor ternyata 3,4 juta — artinya harga lama merugi. Rate card baru 3 tingkat (5,5 / 8,5 / 14 juta), diskon maksimum 10% dengan syarat, plus 6 jawaban untuk keberatan harga.

Batasnya: Alat ini tidak mengarang "harga pasaran". Kalau kamu tidak punya data pasar, ia akan menandainya sebagai asumsi.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 4 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Deck yang baik adalah narasi yang kebetulan berbentuk slide. Alat ini membangun storyline dulu — masalah, kenapa sekarang, solusi, bukti, permintaan — baru menurunkannya jadi konten per slide: satu pesan per slide, speaker notes untuk diucapkan, dan arahan visual yang bisa diteruskan ke Design Prompt. Angka yang tidak bersumber akan ditandai, bukan dipoles.

Seperti menulis naskah pidato dulu, baru membuat slide-nya — bukan menyusun slide lalu bingung mau bicara apa.

Masalah yang dipecahkan

Deck yang penuh angka besar tanpa sumber akan runtuh di sesi tanya jawab. Dan deck tanpa "ask" yang jelas hanya presentasi, bukan pitch.

Cocok untuk

Founder yang mencari pendanaan atau partnerFreelancer/agensi yang mempresentasikan ide ke klien besarSiapa pun yang harus meyakinkan orang dalam 10 menit

Waktu yang tepat memakainya

Sebelum pertemuan investor, demo day, atau presentasi klienSaat deck lama terasa datar atau kepanjanganSaat harus merevisi deck setelah feedback (mode revisi)

Yang kamu siapkan

  • Jenis deck dan bahan mentah tentang produk/bisnismu
  • The Ask — apa persisnya yang kamu minta di akhir
  • Cara pakai (dipresentasikan / dikirim) dan durasi slot
  • Opsi antisipasi Q&A investor + jawabannya

Yang kamu dapat

  • Storyline utuh sebelum slide dibuat
  • Konten per slide: judul, poin, dan satu pesan utama
  • Speaker notes yang benar-benar bisa diucapkan
  • Arahan visual per slide + daftar angka yang perlu kamu buktikan

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Punya aplikasi kasir UMKM, mau pitch ke angel investor 10 menit."

Yang keluar

13 slide dengan satu pesan masing-masing, 3 angka ditandai butuh sumber, speaker notes total 9 menit, dan 8 pertanyaan investor yang mungkin muncul beserta jawabannya.

Batasnya: Alat ini menghasilkan isi deck, bukan file presentasi jadi. Visualnya bisa dilanjutkan ke Design Prompt.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 6 PULP per sesi

Apa ini sebenarnya

Alat ini menulis pesan cold outreach 1-ke-1 beserta rangkaian follow-up yang punya batas jelas. Prinsipnya tegas: personalisasi harus lahir dari riset nyata yang kamu berikan, bukan pujian generik; tugas pesan pertama adalah membuka percakapan, bukan menutup penjualan; dan tidak ada subjek menipu atau urgensi palsu. Ada mode diagnosis untuk pesan yang sudah dikirim tapi tidak dibalas.

Seperti menyapa orang di acara networking: kalau kalimat pembukamu bisa ditempel ke siapa saja, semua orang tahu itu tempelan.

Masalah yang dipecahkan

Pesan massal merusak reputasi pengirim lebih cepat daripada mendatangkan klien — dan setelah domain/akunmu ditandai spam, tidak ada jalan cepat kembali.

Cocok untuk

Freelancer yang mencari klien pertamaFounder yang mencari partner, distributor, atau early userSiapa pun yang perlu menghubungi orang yang belum mengenalnya

Waktu yang tepat memakainya

Membuka jalur ke prospek atau kontak baruSetelah kirim banyak pesan tanpa satu pun balasan (mode diagnosis)Saat menyusun sequence follow-up yang tidak memaksa

Yang kamu siapkan

  • Tawaranmu, target penerima, dan data riset yang kamu punya
  • CTA target — balasan seperti apa yang dianggap sukses
  • Kanal (email, LinkedIn, WhatsApp, dsb.) dan nada pesan
  • Opsi 3 varian A/B pesan pembuka + subjek

Yang kamu dapat

  • Pesan pembuka personal, singkat, dan jujur
  • Follow-up sequence berbatas — kapan berhenti juga ditulis
  • Varian A/B subjek dan pembuka untuk diuji
  • Diagnosis kenapa pesan sebelumnya tidak dibalas

Contoh nyata

Yang kamu tulis

"Halo Pak, saya jasa desain, kalau butuh bisa hubungi saya. (dikirim ke 200 orang)"

Yang keluar

Pesan 78 kata berbasis satu detail nyata dari bisnis penerima, CTA ringan berupa pertanyaan, plus 2 follow-up berjarak 4 dan 9 hari yang berhenti otomatis setelahnya.

Batasnya: Bukan alat pengirim massal dan tidak menyediakan daftar kontak — kamu tetap mengirim satu per satu.

Buka alat ini Termasuk di paket Starter & Pro · 3 PULP per sesi
Alur Kerja

Alat-alat ini dirancang untuk berurutan

Hasil satu alat jadi bahan alat berikutnya. Ini tiga urutan yang paling sering dipakai.

Membangun produk digital

Urutan yang paling sering dipakai builder: setiap alat memakan hasil alat sebelumnya.

1
PRD ArchitectKunci apa yang dibangun
2
SRS ArchitectUbah jadi perilaku sistem
3
SDD ArchitectTentukan cara membangunnya
4
UIX Flow ArchitectRancang alur & layarnya
5
Pre-mortem AnalyzerCari titik gagalnya dulu
6
WBS ArchitectPecah jadi task harian

Mendapatkan & mengamankan klien

Alur kerja freelancer dan agensi kecil, dari harga sampai dokumen yang mengikat.

1
Pricing StrategistTahu batas bawah hargamu
2
3
Proposal ArchitectKirim penawaran
4
Invoice & SOW ArchitectIkat scope & tagih
5
Kontrak/MoU ArchitectLindungi kesepakatan

Membangun kehadiran & permintaan

Strategi dulu, konten kemudian, visual terakhir — bukan sebaliknya.

1
Marketing StrategistTentukan arah & Brand Brief
2
Content CreatorProduksi konten batch
3
Design PromptBuat visualnya
4
Video PromptNaikkan ke format video
Istilah

Enam istilah yang muncul di semua alat

Kalau kamu paham enam ini, seluruh platform jadi masuk akal.

PULP

Satuan pemakaian di Jeruk AI. Setiap alat punya biaya tetap (3, 4, atau 6 PULP) yang dipotong saat sesi dijalankan — bukan per kata atau per menit, jadi biayanya bisa diperkirakan sebelum mulai.

Alur Terpandu

Beberapa alat berat (PRD, SRS, SDD, UIX, WBS) berjalan bertahap: hasil keluar per fase dan kamu mengonfirmasi sebelum lanjut, jadi dokumen panjang tidak keluar sekaligus lalu meleset semua.

Pertanyaan lanjutan

Setelah hasil keluar, kamu bisa meminta revisi di sesi yang sama. Revisi menambal bagian yang diminta pada dokumen yang sudah ada — dokumen utuhmu tidak ditimpa ulang.

Mode revisi

Banyak alat menerima dokumen lama yang kamu tempel (PRD, proposal, kontrak, deck, prompt) dan hanya memperbaiki bagian yang bermasalah — kamu tidak perlu mulai dari nol.

Add-on berbayar

Beberapa alat punya opsi tambahan (analisis kompetitor, traceability matrix, sequence diagram keamanan) yang menambah 1 PULP karena menambah kerja nyata pada output.

Ekspor

Hasil apa pun bisa dibawa keluar: PDF, DOCX, Google Docs, Notion, atau link publik read-only untuk dikirim ke klien.

Pertanyaan

Yang paling sering ditanyakan

Mulai dari hasil yang kamu butuhkan minggu ini, bukan dari urutan idealnya. Mau membangun produk → PRD Architect. Mau dapat klien → Pricing Strategist lalu Proposal Architect. Mau ramai di sosial media → Marketing Strategist. Kalau masih ragu, alur terpandu di dalam aplikasi akan merekomendasikan satu alat dari tiga pertanyaan singkat.

Jeruk AI bukan model AI baru — model besar tetap jadi mesinnya. Yang kami tambahkan adalah meta-prompt panjang hasil penyusunan bertahun-tahun di balik setiap alat: standar kualitas, checklist, penolakan mengarang angka, dan struktur output yang konsisten. Kamu cukup mengisi form; kerumitan prompting-nya sudah dikerjakan.

Lima alat inti terbuka untuk semua akun. Sisanya termasuk di paket Starter dan Pro. Alat yang terkunci tetap bisa kamu baca detailnya di halaman ini supaya kamu tahu persis apa yang kamu dapat sebelum memutuskan berlangganan.

Bisa. Setiap sesi menerima pertanyaan lanjutan untuk merevisi bagian tertentu, dan revisi hanya menambal bagian yang diminta — dokumen utuhmu tidak ditimpa. Setelah puas, ekspor ke PDF, DOCX, Google Docs, Notion, atau bagikan lewat link read-only.

Tidak. Isi sesimu tersimpan di akunmu sesuai masa simpan riwayat paketmu, dan bisa kamu hapus kapan saja. Detail lengkapnya ada di halaman Privasi.

Sudah tahu alat mana yang kamu butuhkan?

Buat akun, jalankan satu sesi, dan lihat sendiri bentuk hasilnya.

Mulai gratis
5 alat terbuka untuk akun gratis · tanpa kartu kredit